Siapa sangka, dari lereng hijau di Desa Wisata Tongging, lahir sebuah oleh-oleh manis yang begitu istimewa — Selai Mangga Tongging. Lembut, segar, dan punya cita rasa alami khas buah mangga udang, selai ini menjadi bukti kreativitas warga Tongging dalam mengolah hasil pertanian lokal menjadi produk yang bernilai tinggi. Selai mangga ini dikelola oleh kelompok UP2K (Upaya Peningkatan Pendapatan Keluarga) yang beranggotakan 25 orang ibu-ibu tangguh. Modal awal berasal dari iuran mandiri antaranggota.
Bahan utamanya adalah mangga udang khas Tongging, yaitu varietas mangga lokal yang terkenal dengan rasa manis dan sedikit asam yang seimbang. Namun, karena mangga ini bersifat musiman (sekitar bulan Agustus hingga Desember), maka proses produksinya dilakukan secara pre-order melalui WhatsApp. Saat tidak musim mangga, produksi pun berhenti agar kualitas dan cita rasa tetap terjaga.
Yang membuat Selai Mangga Tongging berbeda dari selai pada umumnya adalah proses pembuatannya yang tanpa bahan pengawet dan memakan waktu sekitar 8–10 jam hingga menghasilkan tekstur lembut dan rasa manis alami. Karena dibuat tanpa pengawet, selai ini tahan sekitar 1–2 minggu — cukup lama untuk dinikmati sebagai teman roti, camilan, atau oleh-oleh khas dari Tongging.
💰 Harga: Rp 20.000 per cup kecil (±60 gram)
Dengan setiap sendok selai mangga ini, kamu tidak hanya mencicipi manisnya buah tropis dari lereng Danau Toba, tapi juga merasakan hasil kerja keras dan semangat para ibu-ibu Tongging dalam menggerakkan ekonomi desa. Bawa pulang Selai Mangga Tongging — manis alami yang lahir dari tangan kreatif warga dan keindahan alam Desa Wisata Tongging. 🍃🥭
Klik di bawah ini untuk info pemesanan