Tugu Munthe berdiri sebagai simbol sejarah dan kebanggaan bagi masyarakat keturunan Marga Munthe di Desa Tongging. Monumen ini tidak hanya menjadi penanda fisik, tetapi juga menyimpan kisah panjang tentang Opung Raja Bangun Munthe, leluhur yang dikenal sebagai pembuka pertama kampung atau raja huta di Tongging yang berperan penting dalam menjaga dan membangun kehidupan masyarakat di sekitar Danau Toba. Menurut cerita yang diwariskan secara turun-temurun, para leluhur Munthe dikenal sebagai penjaga tanah dan pelindung nilai-nilai adat di kawasan Tongging. Pendirian tugu ini menjadi bentuk penghormatan atas jasa mereka serta pengingat bagi generasi muda untuk selalu mengenal dan menghargai asal-usulnya. Kini, Tugu Munthe menjadi salah satu titik menarik bagi wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat sejarah dan budaya Tongging. Pengunjung dapat mendengarkan kisah asal-usul marga, perjuangan di masa lampau, serta makna dari setiap simbol dan ukiran yang terpahat di tugu ini. Dari tempat ini, wisatawan dapat melihat bahwa keindahan Tongging tidak hanya terletak pada alamnya, tetapi juga pada warisan leluhur dan nilai budaya yang masih hidup hingga kini.
Di Tugu Munthe Op Bangun Sipamahari ini memiliki 5 anak yang dimana mereka merupakan orang yang membangun tugu ini, di antaranya:
Janji Sanina
Negeri Tongging
Tapian Nagodang
Maria Tongging
Tambusan
Telah dibangun sejak 20 tahun yang lalu. Semua Marga Munthe Op. Bangun setiap 3 tahun sekali mengadakan pesta di tugu ini. Perayaan ini sebagai simbol kesatuan antar seluruh keturunan Munthe Op. Bangun, dengan kegiatan potong kerbau dan makan bersama.